Sabtu, 31 Maret 2012

Pilihan Makanan Sesuai Golongan Darah

 
shutterstock
Pilihan Makanan Sesuai Golongan Darah  - Untuk mengetahui apakah makanan yang Anda konsumsi sesuai dengan kebutuhan atau tidak, rupanya sangat dipengaruhi dari jenis golongan darah. Ya, setiap golongan darah diyakini memiliki respon yang berbeda-beda terhadap apa yang Anda konsumsi.

Dr Peter D’Adamo, seorang dokter naturopati dan ahli dalam bidang golongan darah manusia mengungkapkan bahwa setiap golongan darah menghasilkan antigen yang bereaksi terhadap setiap jenis makanan. D'Adamo mengatakan, konsumsi makanan yang tidak menimbulkan reaksi baik terhadap golongan darah dapat menyebabkan kelelahan, retensi cairan dan masalah berat badan.

Sementara, jika Anda mengonsumsi makanan yang kompatibel dengan jenis golongan darah Anda, hal ini akan membantu meningkat energi, mencegah penyakit dan mengurangi berat badan.  Berikut ini adalah sekilas mengenai jenis makanan yang seseuai dengan golongan darah, seperti dipaparkan oleh D'Adamo:
Golongan Darah O
Golongan darah O merupakan salah satu jenis golongan darah yang paling umum dan jumlahnya paling banyak ketimbang jenis golongan darah lain. Sekitar 45 persen orang Amerika diketahui memiliki golongan darah O. Berdasarkan jenis makanan, orang dengan golongan darah O sangat cocok untuk mengonsumsi daging yang kaya protein tinggi. Individu dengan golongan darah O memiliki lebih banyak asam lambung ketimbang golongan darah lainnya, yang membuat mereka lebih cocok untuk mencerna daging.

Golongan Darah A
Menurut D'Adamo, orang dengan tipe darah A paling cocok untuk mengonsumsi sayur-sayuran alias vegetarian, karena mereka tidak memiliki cukup asam lambung untuk dapat mencerna daging. Diet protein nabati seperti kacang, legumes, kedelai dan karbohidrat kompleks adalah makanan yang cocok untuk Anda yang memiliki golongan darah A.

Golongan Darah B
Jagung, gandum, lentil, tomat, kacang tanah dan biji wijen merupakan jenis makanan yang dapat mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan kelelahan serta retensi cairan. Orang dengan golongan darah B sebaiknya juga menghindari konsumsi ayam, karena memiliki lektin pada jaringan otot dan menimbulkan reaksi kurang baik dengan golongan darah mereka. Adamo menyarankan untuk mengonsumsi banyak sayuran dan memilih jenis daging yang lain seperti daging kambing, kelinci dan daging rusa.

Golongan Darah AB
Jenis AB adalah golongan darah paling langka. Di  Amerika saja, hanya sekitar 5 persen warga memiliki golongan darah ini. Mengingat golongan darah Anda mewarisi campuran gen, jadi makanan paling cocok untuk Anda adalah mengonsumsi campuran makanan laut, gandum dan sayuran. Menurut D'Adamo, individu dengan golongan darah AB kurang memiliki kadar asam lambung yang cukup untuk pencernaan daging, tapi mereka dapat mengonsumsi ikan. D'Adamo mengatakan, sayuran hijau, ikan laut dan susu rendah lemak merupakan makanan yang tepat untuk mereka dengan golongan darah AB.

Salmon Makanan Super Ibu Hamil


shutterstock
Salmon  Makanan Super   Ibu Hamil - Konsumsi ikan salmon ternyata dapat menaikan derajat kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Hasil temuan para ilmuwan dari University of Granda menunjukkan, konsumsi dua porsi salmon seminggu dapat mempromosikan kesehatan ibu hamil dan bayi secara keseluruhan.

Ilmuwan menemukan, asupan ikan salmon meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dan meningkatkan pertahanan antioksidan pada wanita hamil dan bayi. Konsumsi ikan salmon juga diketahui tidak mengubah tingkat stres oksidatif, respon inflamasi dan homeostasis (ketahanan) vaskuler.

Dalam risetnya, peneliti menggunakan sampel secara acak pada wanita hamil yang tingkat konsumsi ikannya rendah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, ibu hamil menerapkan pola diet seperti yang biasa mereka lakukan. Sementara kelompok kedua, ibu hamil diberi konsumsi dua porsi ikan salmon sejak usia kehamilan memasuki 20 minggu sampai batas waktu yang ditentukan.

Salmon yang digunakan dalam penelitian ini telah dipelihara dan diberikan makanan khusus sehingga salmon memiliki tinggi kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan rendah kontaminasi.

Sampel darah dan urin
Selanjutnya peneliti mengambil sampel darah dan urin dari dua kelompok. Peserta juga diminta untuk mengisi kuisioner tentang apa saja yang mereka makan pada minggu ke 20 dan 34 usia kehamilan, yang akan memberikan informasi tentang asupan makanan selama 12 minggu sebelumnya.

Selanjutnya, sampel darah dan urin peserta diambil kembali memasuki minggu ke 38 usia kehamilan. Hasilnya menunjukkan, konsentrasi asam lemak omega-3 meningkat pada wanita hamil yang diberikan asupan dua porsi salmon setiap minggnya.

Hasil yang sama juga terlihat pada bayi baru lahir. Dua porsi salmon setiap minggu membantu ibu dan anak mereka mencapai asupan asam lemak omega-3 sesuai dengan rekomendasi.

Para ahli juga menemukan, biomarker untuk oksidasi lipid dan kerusakan oksidatif pada DNA tidak dipengaruhi oleh asupan salmon. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa makan dua porsi salmon seminggu selama kehamilan tidak akan meningkatkan stres oksidatif.

Popcorn Camilan Kaya Antioksidan

 
shutterstock
Popcorn Camilan Kaya Antioksidan — Siapa yang tak kenal dengan popcorn. Di samping rasanya yang gurih, popcorn ternyata juga memiliki reputasi yang baik sebagai makanan ringan. Para ilmuwan melaporkan bahwa popcorn mengandung lebih banyak zat antioksidan menyehatkan yang disebut polifenol ketimbang buah dan sayuran.

Polifenol
memiliki manfaat kesehatan yang besar karena senyawa ini mampu membantu melawan molekul berbahaya yang merusak sel. Temuan ini rencananya akan dipresentasikan dalam National Meeting and Exposition of the American Chemical Society (ACS) pada minggu ini.

Peneliti menemukan bahwa satu porsi popcorn mengandung hampir 300 mg antioksidan—hampir dua kali lipat (160 mg) untuk semua buah-buahan per porsi. Peneliti bahkan menemukan, kulit popcorn—bagian yang sering terjebak di sela-sela gigi—sebenarnya memiliki konsentrasi polifenol dan serat paling tinggi. "Kulit mereka layak mendapatkan perhatian lebih karena memiliki kandungan gizi lebih banyak," kata Vinson.

Meski begitu, Vinson memperingatkan bahwa seseorang tidak dapat hanya bergantung pada popcorn. Pasalnya, walau bagaimanapun, popcorn tidak mengandung vitamin dan nutrisi sebagaimana yang terkandung pada buah dan sayuran.

Vinson dan timnya menyimpulkan, "Popcorn mungkin makanan ringan yang sempurna. Satu porsi popcorn memberikan lebih dari 70 persen asupan harian gandum. Rata-rata orang hanya mendapat sekitar setengah porsi gandum utuh sehari, dan popcorn dapat mengisi kekurangan tersebut dengan cara yang menyenangkan."
Jangan keliru membuat "popcorn"
Vinson kembali memperingatkan cara penyajian popcorn yang keliru yang justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Cara yang salah tersebut, misalnya, memasak menggunakan minyak, mengoleskan mentega, atau memberikan tambahan garam dan gula, yang justru akan membuat makanan ringan tersebut tinggi kandungan lemak dan kalori.

"Popcorn yang dibuat dengan microwave dan ditambahkan minyak memiliki kalori dua kali lebih banyak. Sekitar 43 persen popcorn yang dibuat menggunakan microwave adalah lemak," jelasnya.

coklat bikin langsing

 
coklat bikin langsing -Ini adalah kabar baik bagi para penggemar cokelat. Riset terbaru mengindikasikan, mereka yang rutin mengudap cokelat memiliki tubuh yang lebih ramping ketimbang mereka yang jarang mengonsumsinya. Ilmuwan dari  University of California, San Diego, Beatrice Golomb, MD, PhD beserta timnya menemukan bahwa orang dewasa yang makan cokelat secara teratur cenderung mempunyai badan yang lebih langsing ketimbang yang tidak.

Seperti yang dipublikasikan secara online dalam Archives of Internal Medicine pada 26 Maret 2012, peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan bahwa rutin mengonsumsi cokelat dapat menurunkan berat badan. Tetapi kemungkinan ada faktor lain yang ikut memengaruhi perbedaan berat badan atau mungkin secara statistik hanya merupakan suatu kebetulan.

Dalam risetnya, Golomb dan rekan melibatkan hampir 1000 orang relawan. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka makan coklat. Rata-rata usia relawan adalah 57 tahun dan 68 persen diantaranya adalah laki-laki.

Peneliti kemudian mencoba menemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan indeks massa tubuh (BMI) peserta. BMI adalah perhitungan berdasarkan tinggi dan berat badan yang digunakan untuk menentukan berat badan, kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Indeks massa tubuh peserta rata-rata 28 - artinya, kelebihan berat badan tetapi tidak obesitas. Rata-rata, peserta makan cokelat dua kali seminggu dan rutin melakukan aktivitas fisik (olahraga) tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Hasil kajian menunjukkan bahwa mereka yang makan rutin atau sering makan coklat memiliki BMI lebih rendah dari yang lain, bahkan ketika peneliti telah mengaitkan dengan faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan konsumsi buah dan sayuran. Bahkan, perbedaan antara peserta yang sering dan jarang makan cokelat sekitar 5 sampai 7 pon.
Golomb mengatakan, cokelat termasuk makanan yang kaya antioksidan - zat yang dapat melawan agen perusak di dalam tubuh. Beberapa riset juga telah menunjukkan, konsumsi cokelat dapat memberi efek kesehatan yang positif seperti menurunkan tekanan darah dan menjaga kolesterol. Tapi di sisi lain, coklat bisa juga bisa membawa malapetaka karena tinggi kandungan kalori dan lemak.

Golomb kembali mengingatkan bahwa studi ini tidak menyatakan bahwa konsumsi cokelat dapat membantu menurunkan berat badan. Studi tersebut juga tidak menyebutkan secara spesifik jenis cokelat apa yang paling baik untuk tubuh.  "Temuan ini bukan berarti bahwa Anda harus pergi keluar dan makan 20 pon cokelat per hari," ucap Golomb.

Zat Pewarna Soda Memicu Kanker

 
shutterstock
 - Sebuah kelompok advokasi publik di Amerika Serikat mengklaim bahwa zat pewarna yang dipakai untuk membuat minuman soda berwarna karamel atau kecokelatan bisa menyebabkan kanker.

Dalam surat yang mereka kirimkan kepada Food and Drug Administration (FDA), mereka meminta agar pemerintah melarang penggunaan zat warna itu.

Menurut Michael Jacobson, direktur eksekutif Center for Science in the Public Interest (CSPI), mengatakan hasil analisa laboratorium menemukan bahwa kadar 4-methylimidazole (4-MI) dan 2-methylimidazole, yang terbentuk ketika gula dicampur dengan amonia dan sulfat untuk menciptakan warna karamel, dalam 340 gram soda mengandung lima kali lipat dari batasan yang diperbolehkan oleh negara bagian California yakni 29 mikrogram.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran karena konsumsi minuman soda orang Amerika cukup tinggi.

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara FDA, Doug Karas mengatakan bahwa menurut standar nasional, kandungan 4-MI dalam soda sangat kecil untuk dapat memicu kanker. "Konsumen harus mengonsumsi sekitar 1000 kaleng soda setiap hari untuk mencapai dosis yang dianggap memicu kanker itu," katanya.

Batasan zat pewarna 4-MI dalam soda, menurut FDA adalah tak lebih dari 250 ppm dan karamel akan encer ketika dimasukkan ke soda. Selain itu, level tertinggi 4-MI yang ditemukan oleh CSPI adalah sekitar 0,4 ppm.

Menanggapi hal tersebut, American Beverage Association, mengatakan zat warna karamel yang dipakai dinyatakan aman di seluruh dunia, termasuk oleh European Food Safety Authority dan Health Canada.

Selain kandungan zat pewarna, menurut CSPI para penggemar soda harus mewaspadai juga kandungan gula yang tinggi dalam soda yang bisa memicu obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lain.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...