Tampilkan postingan dengan label OBAT dan VITAMIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBAT dan VITAMIN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Vitamin E Tak Bantu Cegah Sakit Jantung

shutterstock
Vitamin E Tak Bantu Cegah Sakit Jantung - Banyak orang percaya bahwa konsumsi suplemen vitamin E yang kaya akan antioksidan mampu mengurangi risiko seseorang dari serangan penyakit jantung. Benarkah?
Sebuah riset terbaru mengindikasikan, konsumsi suplemen vitamin E ternyata tidak memengaruhi risiko seseorang, khususnya wanita untuk terhindar dari penyakit gagal jantung. Hal tersebut disampaikan oleh para ilmuwan yang mempublikasikan penelitian terbarunya pada 20 Maret 2012 dalam jurnal Circulation.

"Suplemen vitamin E tidak meningkatkan maupun menurunkan risiko," kata peneliti studi, Dr Claudia Chae, seorang ahli jantung dari Massachusetts General Hospital.

Para ilmuwan meyakini bahwa temuannya menjadi yang pertama dalam melihat apakah konsumsi suplemen vitamin E dapat membantu wanita sehat dalam mencegah penyakit gagal jantung.

Chae mengatakan, temuan ini dapat menjadi bukti tambahan agar kita sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin E untuk mencegah penyakit jantung.

Dalam risetnya, Chae dan rekan-rekannya mengevaluasi hampir 40.000 perempuan yang terdaftar dalam Women Health Study. Masing-masing dari peserta diketahui mengonsumsi 600 IU vitamin E atau plasebo setiap hari.

Para peneliti mengamati relawan perempuan tersebut selama rata-rata satu dekade. Selama riset berlangsung, ada 220 kasus gagal jantung terjadi. Temuan juga mencatat bahwa asupan suplemen vitamin E tidak mengubah risiko mereka untuk terhindar dari serangan gagal jantung, bahkan setelah disesuaikan dengan faktor lainnya seperti usia.

Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh US National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Cancer Institute, Donald W. Reynolds Foundation and Elizabeth Anne, Karen Barlow Corrigan Women's Heart Health Program dari Massachusetts General Hospital.

"Ini adalah penelitian yang penting. Konsumsi vitamin E tidak diperlukan pada wanita yang mencoba untuk mencegah penyakit jantung." kata Dr Gregg Fonarow, direktur Ahmanson Cardiomyopathy Center dari University of California, Los Angeles.

Sementara itu, Dr Suzanne Steinbaum, dari Lenox Hill Hospital New York City, mengaku sependapat dengan temuan tersebut. Ia mengatakan bahwa suplemen vitamin E benar-benar tidak memiliki manfaat dalam mencegah penyakit jantung.

"Saya kira pesan yang bisa dipetik adalah bahwa seseorang dalam populasi yang sehat, tidak membutuhkan asupan suplemen vitamin E," kata Steinbaum.

Steinbaum menyarankan, wanita yang ingin mencegah penyakit jantung harus mengubah pola hidup mereka dengan rutin melakukan aktivitas fisik dan bukan malah mengandalkan asupan vitamin E.

Fonarow dan Chae sepakat bahwa ada strategi lain yang terbukti dapat mencegah serangan jantung selain dengan berolahraga seperti, menjaga tekanan darah pada tingkat yang normal, menjaga kolesterol, menjaga berat badan tetap ideal dan tidak merokok.

Obat Diabetes Cegah Sakit Jantung

shutterstock
Obat Diabetes  Cegah Sakit Jantung -  Riset awal yang dilakukan para ahli menunjukkan adanya potensi dan manfaat penggunaan obat diabetes yang sudah dikenal luas yakni metformin terhadap kesehatan jantung. Penelitian pada hewan yang dilakukan para ilmuwan dari Sahlgrenska Academy University of Gothenburg, Swedia mengindikasikan bahwa metformin dapat memberikan efek protektif terhadap jantung.

Dalam risetnya, peneliti melakukan percobaan kepada tikus untuk melihat dampak pemberian metformin. Studi ini merupakan hasil kerjasama dengan para ilmuwan dari Naples dan telah dipublikasikan dalam journal Diabetes pada 22 Februari 2012.

Hasil penelitian mengungkapkan, penggunaan metformin dapat membantu meningkatkan kapasitas pompa jantung, meningkatkan keseimbangan energi, mengurangi akumulasi lemak, dan membatasi hilangnya jumlah sel jantung yang mati.

Efek jangka panjang


Dalam kajiannya, peneliti juga melakukan percobaan menggunakan obat diabetes jenis lain (selain metformin) untuk mengetahui sejauh mana efek perlindungan pada jantung. Hasil menunjukkan, hewan yang diberi obat diabetes jenis lain, tidak mendapatkan manfaat positif pada jantung.

"Hewan-hewan yang digunakan dalam penelitian ini diberi metformin selama satu tahun, sehingga efeknya bertahan lama," kata Jorgen Isgaard, selaku pemimpin penelitian.

Penelitian terbaru pada pasien


Penggunaan obat-obat diabetes telah terbukti menimbulkan sejumlah efek samping serius pada pasien penyakit jantung. Rosiglitazone misalnya, baru-baru ini ditarik karena memiliki efek samping terhadap jantung. Sementara itu, metformin terkadang juga memiliki efek samping, terutama pada pasien dengan gagal ginjal.

"Hasil kami tetap memperkuat indikasi untuk menggunakan metformin sebagai obat diabetes, dan kami berharap ke depannya akan dilakukan penelitian terhadap pasien yang sebenarnya," kata Isgaard.

Selasa, 16 Agustus 2011

Teh Hijau Cegah Kerontokan Rambut


Penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung banyak bahan kimia bisa menyebabkan rambut menjadi kering, kusam, dan gampang patah. Untuk mengatasinya, sesekali manjakan rambut Anda dengan perawatan alami yang dibuat sendiri, salah satunya dengan teh hijau.
Selama ini manfaat teh hijau hanya diketahui untuk tubuh. Padahal, kandungan antioksidan dalam minuman ini juga baik untuk kesehatan rambut. Para ahli bahkan percaya teh hijau bisa mencegah kerontokan rambut. Apa saja manfaat dan zat berkhasiat dari teh hijau?

Dihydrotestosterone
 adalah testosteron alami yang ditemukan pada pria dan wanita. Saat ini para ahli mengetahui bahwa penyebab rambut rontok adalah DHT. Kebotakan khas pria juga diduga disebabkan karena folikel rambut yang sensitif pada DHT. Karena itu, salah satu strategi mencegah kerontokan adalah menghadang DHT.
1. Melawan "Dihydrotestosterone" ( DHT )
Teh hijau merupakan herbal pelawan DHT yang andal. Teh hijau diketahui akan meningkatkan kadar hormon seks pengikat globulin (SBGH) yang berinteraksi dengan testosteron sehingga mencegah pembentukan DHT.
2. Meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut
Teh hijau mengandung polifenol katekin. Cukup banyak penelitian yang mengungkapkan molekul ini memiliki efek antikarsinogenik dan fungsi antibiotik. Penelitian pada tikus juga menunjukkan, katekin menyebabkan pembuluh darah berkontraksi lebih baik sehingga aliran darah ke sistem kardiovaskular dan pembuluh darah kecil menjadi lancar, termasuk ke bagian folikel rambut.
3. Merangsang pertumbuhan rambut
Komponen yang disebut epigallocatechin-3-gallate ( EGCG) adalah antioksidan yang paling kuat. Riset yang dilakuakan di Jepang dan Korea menunjukkan EGCH memiliki efek positif pada pertumbuhan rambut. Kabar gembiranya, teh hijau mengandung 10 persen EGCH sehingga sangat dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
4. Menghilangkan ketombe dan psoriasis
Berbagai penelitian menunjukkan, teh hijau efektif untuk menghilangkan ketombe dan penyakit kulit psoriasis dengan cara mengatasi iritasi di kulit kepala. Sampo yang berbahan dasar teh hijau sangat disarankan untuk rambut berketombe. Cara lain, setelah memakai shampo, bilaslah rambut dengan air teh hijau.
5. Menguatkan dan melembabkan
Manfaat lain dari teh hijau adalah menguatkan akar rambut karena teh hijau mengandung panthenol, vitamin C dan E. Vitamin E akan mengembalikan kemudaan rambut yang kering atau rusak. Sementara vitamin C membantu melindungi rambut dari bahaya sinar matahari. Pantenol dan provitamin akan membuat rambut lebih lembut dan mencegah patah

Omega 3 pada Bumil Cegah Bayi Pilek

Penelitian baru-baru ini menunjukkan, ibu yang mengonsumsi suplemen minyak ikan omega-3 saat hamil dapat mengurangi risiko bayi menderita pilek selama enam bulan pertama kehidupannya. Studi ini didasarkan pada lebih dari 800 bayi, di mana para ibu dari bayi tersebut mengkonsumsi suplemen omega-3, khususnya selama paruh kedua kehamilan.  
Seorang bayi yang ibunya mengonsumsi kapsul Docosahexaenoic Acid (DHA) 400mg setiap hari, risiko mengalami pilek pada usia satu bulan lebih kecil dibandingkan kelompok kontrol.

Para peneliti dari Emory University di Georgia Amerika Serikat mengatakan, uji coba yang dilakukan di Meksiko menunjukkan bahwa bayi yang termasuk dalam kelompok yang ibunya mengonsumsi DHA, terlihat lebih sehat secara keseluruhan.
Pada kelompok orang tua yang mengonsumsi suplemen selama tiga bulan, dapat mengurangi kemungkinan terserang penyakit sebanyak 14 persen, mengurangi risiko menderita demam selama 6 bulan, mengatasi masalah pernapasan, ruam dan penyakit lainnya. Tetapi secara signifikan, mereka akan lebih sering muntah.
Penelitian yang diterbitkan dalam Pediatrics journal, mengatakan DHA mempengaruhi durasi gejala penyakit dan mengurangi peluang bayi menderita pilek.
Omega-3 asam memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan mata pada janin, terutama selama trimester terakhir kehamilan. Sedangkan studi sebelumnya pada orang dewasa dan anak-anak, omega 3 telah menunjukkan efek bervariasi pada sistem kekebalan tubuh dan penyakit.
Meskipun begitu, para peneliti mengatakan perlu adanya penelitian tambahan untuk mengetahui secara pasti bagaimana asam lemak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh pada bayi dan seberapa besar potensi manfaat mengonsumsi suplemen saat hamil dan selama menyusui, kata para peneliti.

Efek Sugesti Multivitamin pada Perokok


 Bahaya rokok terhadap kesehatan tampaknya sudah diketahui dengan baik oleh para pecandu rokok. Namun karena tidak kuasa menghentikan kebiasaan buruknya, mereka berdalih rutin mengonsumsi suplemen multivitamin akan menjaga kesehatan mereka.

Dalam penelitian yang dilakukan Chiou tidak terbukti suplemen multivitamin akan menghilangkan efek buruk rokok, malah dengan mengonsumsi suplemen dan yakin mereka sehat, frekuensi merokok menjadi meningkat.

"Perokok yang minum suplemen setiap hari sebenarnya hanya menyugesti diri sendiri bahwa mereka terlindungi dari risiko kanker dan penyakit lain," kata Wen-Bin Chiou, ketua peneliti dari National Sun Yat-Sen University, Taiwan.
Para peneliti membagi 154 orang pecandu rokok menjadi dua kelompok. Pada penelitian pertama, 74 perokok diberikan placebo. Separuh responden diinformasikan bahwa itu adalah pil gula, sementara sisanya diberi tahu mereka mendapat suplemen vitamin C.
Kemudian para perokok tersebut diminta mengisi catatan mengenai survei selama mereka diijinkan merokok. Mereka yang mendapat suplemen vitamin C merokok lebih banyak dibanding kelompok yang mendapat plasebo. Kelompok perokok yang mendapat vitamin C juga mengaku mereka merasa lebih baik.
Pada percobaan kedua, dilakukan pada 80 pecandu rokok yang juga dibagi menjadi dua kelompok. Pertama adalah mereka yang diberitahu mendapat multivitamin dan sisanya diberitahu hanya mendapat plasebo. Seperti pada eksperimen pertama, perokok yang mengira mereka mengonsumsi multivitamin merokok lebih banyak dibanding kelompok kontrol.
Lebih lanjut lagi, perokok yang diberi multivitamin tersebut merokok lebih sering terutama karena mereka percaya multivitamin akan meningkatkan kesehatan.

Parasetamol Tingkatkan Daya Ingat



Parasetamol, golongan obat yang lebih populer sebagai pereda sakit dan demam, mulai digali manfaatnya sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat.
Menurut situs Daily Mail, tim peneliti dari Swedia yakin parasetamol bekerja pda sel-sel otak yang mengendalikan memori. Pengujian klinik sudah dilakukan dan menunjukkan orang yang sering mengonsumsi parasetamol memiliki hasil tes memori yang lebih baik.

Sementara itu efek langsung dari parasetamol adalah mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar, memori dan pemecahan masalah, yakni area hipokampus.
Penelitian di laboratorium menunjukkan parasetamol memicu pengeluaran serotonin di otak. Secara tidak langsung serotonin memicu peningkatan daya ingat. Hal ini terjadi karena serotonin memiliki efek mengurangi stres dan membuat otak lebih rileks.
Penelitian di Swedia menunjukkan tingkat kegelisahan pasien demensia berkurang hingga 17 persen setelah mengonsumsi parasetamol dosis tinggi selama dua bulan.
Menurut Dr.Anne Corbet, peneliti dari The Alzheimer Society, menjelaskan, masalah yang dihadapi pasien demensia bukan hanya lupa di mana meletakkan barang-barang. Pasien juga seringkali tidak bisa mengenali keluarganya dan kehidupannya.
Meski parasetamol tampak menjanjikan, namun Corbet menyarankan agar pasien tidak melakukan eksperimen sendiri dengan parasetamol karena riset-riset yang dilakukan para ilmuwan masih dalam tahap awal.

Diciptakan, Gel Penghambat Tumor di Payudara


Sebuah terobosan dalam dunia pengobatan tumor kanker payudara diciptakan oleh para ilmuwan di Amerika. Mereka membuat obat berbentuk gel yang diusapkan ke bagian tumor di payudara agar ukuran tumornya mengecil sebelum dilakukannya operasi.
Walau mengandung zat aktif yang sama dengan tablet tamoxifen, gel ini memiliki efek samping yang lebih kecil karena hanya diusapkan di lokasi tumor. Sedangkan zat aktif dalam pil akan menyebar ke seluruh peredaran darah.

Jika ujicoba tersebut berhasil membuktikan terapi ini efektif dan aman maka pengobatan yang disebut afimoxifene sudah bisa beredar dalam tiga tahun mendatang.
"Gel ini bisa menjadi solusi untuk para wanita yang enggan mengonsumsi tomoxiten," kata Profesor Seema Khan yang menguji gel ini.
Tamoxifen, merupakan obat yang banyak dipakai untuk mengecilkan tumor di payudara sebelum dilakukannya operasi atau untuk mengurangi kembalinya kanker di amsa depann. Obat ini menghambat reseptor di payudara yang menerima hormon estrogen yang dianggap memicu kanker payudara.
Tomoxifen dikembangkan di Inggris pada tahun 1960 dan membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara sebesar 30 persen. Tapi setengah wanita yang mengonsumsi obat ini berhenti sebelum lima tahun karena efek samping yang tidak menyenangkan seperti mual, muka merah dan kegemukan, selain juga efek samping yang lebih berat lainnya.
Sementara itu  afimoxfene dioleskan pada kulit lokasi tumor kemudian meresap ke dalam sel dan tetap di sana. Penggunaan gel juga dipastikan akan mengurangi efek toksin pada peredaran darah.
Penelitian di Perancis yang melibatkan 55 wanita menunjukkan bahan aktif tamoxifen yang digosokkan ke kulit memiliki efek memperlambat jaringan kanker seperti halnya pada tablet.
Penelitian selanjutnya akan dilakukan di Amerika selama enam minggu. Para partisipan akan diberikan tablet atau gel sebelum jadwal operasi untuk mengetahui ada tidaknya penyusutan tumor.

Mengenal Lebih Jauh Antioksidan


Tentu kita pernah mendengar atau membaca artikel kesehatan yang didalamnya terdapat istilah “antioksidan”, dan pastinya kata ini dideskripsikan sebagai sesuatu hal yang bermanfaat bagi tubuh manusia, mulai dari mencegah penuaan hingga anti kanker. Namun sebenarnya apa itu antioksidan? Apa saja fungsinya? Serta di mana kita bisa mendapatkannya? Berikut penjelasannya.    
Antioksidan merupakan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan oksidatif pada tubuh kita. Ketika sel tubuh mengguankan oksigen, secara natural sel-sel tersebut memproduksi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan yang akhirnya memicu timbulnya kanker.

Antioksidan adalah nutrisi alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran tertentu, dan telah terbukti dapat melindungi sel-sel manusia dari kerusakan oksidatif dan memberikan keuntungan lainnya, antara lain :
 Apa Keuntungan dari Antioksidan?  
•    Menguatkan kekebalan tubuh agar tahan terhadap flu, virus, dan infeksi.
•    Mengurangi kejadian semua jenis kanker.
•    Mencegah terjadinya glukoma dan degenerasi makular.
•    Mengurangi risiko terhadap oksidasi kolestrol dan penyakit jantung.
•    Anti-penuaan dari sel dan keseluruhan tubuh.  
Apa Saja Tipe-tipe dari Antioksidan?  
Berikut beberapa tipe dari antioksidan dan sumber dimana kita bisa mendapatkannya :
•    Vitamin A : Vitamin yang larut dalam lemak ini dibutuhkan dalam pembentukan tulang, pencernaan, dan kesehatan mata selain itu juga dapat membantu dalam sistem kekebalan tubuh dan kulit. Makanan yang kaya akan vitamin A antara lain, wortel, hati, kentang manis, aprikot, jeruk, mangga, jambu biji, pepaya, susu, yogurt, dan kuning telur.
•    Vitamin C : vitamin merupakan pembersih radikal bebas yang berada di dalam suatu lingkungan yang berair, seperti didalam sel. Vitamin C bekerja secara sinergis dengan vitamin E untuk menghilangkan radikal bebas. Vitamin C banyak ditemukan di dalam jeruk, lemon, strawberry, tomat, paprika hijau, brokoli, dan sayuran berdaun hijau.
•    Vitamin E : Vitamin yang juga larut dalam lemak ini memelihara membran sel (yang sebagian besar terdiri dari asam lemak) dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Fungsi lain dari vitamin E adalah melindungi lemak di dalam LDL (kolestrol  jahat) dari proses oksidasi. Kacang, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, minyak sayur, dan minyak hati, merupakan makanan yang kaya akan vitamin E.
•    Selenium : Selenium merupakan mineral yang harus dikonsumsi dalam jumlah yang terukur, karena jika dalam dosis besar bisa menjadi racun bagi tubuh. Makanan yang kaya akan selenium antara lain, ikan dan kerang, daging merah, telur, ayam, bawang putih, dan padi-padian.
•    Beta-karoten : Beta-karoten dikenal sebagai peluruh oksigen tunggal (suatu bentuk oksigen yang merupakan racun bagi tubuh) terbaik. Selain itu, beta-karoten juga merupakan pembersih radikal bebas yang baik terutama pada saat konsentrasi oksigen rendah. Beta-karoten dapat ditemukan pada wortel, paprika kuning dan merah, brokoli, kentang manis, mangga, dan jenis-jenis buah dan sayuran lainnya.
•    Likopen : Sebagai antioksidan, likopen sama dua kali lebih kuat dengan beta-karoten dalam melindungi sel darah putih dari kerusakan membran yang disebabkan oleh radikal bebas. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat dan serviks. Sebagai tambahan, likopen dapat mencegah penyakit jantung dengan cara menghambat oksidasi kolestrol LDL. Bersama dengan beta-karoten, likopen diketahui berperan dalam melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan radiasi sinar UV. Makanan yang kaya akan likopen antara lain, tomat, jeruk bali, dan semangka.
•    Lutein : Lutein merupakan kartenoid dalam konsentrasi tinggi di daerah makula mata (bagian belakang mata yang menjadi tempat retina), di mana dipercaya untuk menyaring sinar biru yang merusak serta melindungi bagian belakang mata dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Lutein juga membantu mencegah degenerasi makular yang berkaitan dengan usia, perkembangan glukoma, dan katarak. Makanan yang kaya akan lutein antara lain sayuran berwarna hijau gelap, seperti brokoli, kiwi, bayam, dan tunas brussel.

Kitosan-Kurkumin Pemburu Sel Kanker


Para peneliti Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta, tahun 2003 memperoleh paten Pentagamavunon-0 di Amerika Serikat, yaitu sebuah senyawa hasil modifikasi kurkumin penghambat sel kanker. Kini dikembangkan kitosan nanopartikel untuk membawa kurkumin agar lebih efektif menyasar sel-sel kanker.

Ronny merupakan satu di antara empat peneliti muda lainnya yang diberi hibah dana penelitian oleh Biro Oktroi dan AIPI. Ronny mengajukan usulan penelitian bidang Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati.
Ini (modifikasi kurkumin) menjadi obat antikanker dengan kombinasi kitosan yang melapisi kurkumin dalam ukuran nanopartikel,” kata dosen dan peneliti pada Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Ronny Martien, Kamis (23/6), setelah menerima penghargaan dan dana bantuan penelitian dari Biro Oktroi dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta.
Judul penelitiannya ”Pemanfaatan Kitosan dalam Meningkatkan Bioavailibilitas Senyawa Pentagamavunon-0 (PGV-0) sebagai Obat Analgetik-Antiinflamasi dengan Formulasi Nanopartikel”.
PGV-0 merupakan turunan analog kurkumin yang diperoleh dari rimpang kunyit dan temulawak. Menurut Ronny, PGV-0 diteliti UGM bekerja sama dengan Belanda.
Lalu, PGV-0 dipatenkan di AS dengan Nomor Paten US-6.777. 447B2. Ini mengingat banyak dilakukan riset kurkumin di negara ini dan telah menghasilkan beberapa paten pula. Kurkumin itu diperoleh dari kunyit dan temulawak yang banyak diekspor Indonesia ke AS.
PGV-0 terbukti memiliki kemampuan menghambat enzim cyclooxygenase (COX-2) yang terdapat pada sel-sel kanker. Ekspresi enzim COX-2 cenderung terus meningkat di dalam sel kanker sehingga harus dihambat untuk proses penyembuhannya.
”PGV-0 sebagai obat antikanker juga punya kelemahan berupa tingkat keterlarutan dalam air yang tergolong rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan kitosan dengan keterlarutan di dalam air yang tinggi,” kata Ronny.
Melimpah
Ronny mengemukakan, obat antikanker dengan teknologi nanopartikel ini ditempuh melalui enkapsulasi kurkumin dengan kitosan berukuran 2-5 nanometer. Ketersediaan bahan baku untuk kurkumin dan kitosan melimpah sehingga berpeluang menjadi obat murah.
”Ada dua cara untuk menjadikan kitosan dan kurkumin ini memiliki ukuran nanopartikel,” kata Ronny.
Kedua metode itu meliputi top down dan bottom up. Metode top down menggunakan prinsip fisika dengan peralatan homogeniser yang belum ada di Indonesia dan biayanya menjadi relatif mahal. Metode bottom up pada prinsipnya ditempuh proses secara kimia dengan mencampurkan kitosan dan kurkumin tersebut.
”Saat ini belum ada industri yang menyatakan ingin bekerja sama untuk mengembangkan riset ini dan memproduksi obatnya di kemudian hari,” katanya.
Menurut dia, kelimpahan bahan baku merupakan modal utama pengembangan obat itu pada masa depan. PGV-0 mudah diperoleh dari kurkumin rimpang kunyit dan temulawak yang memiliki habitat cocok di wilayah tropis di Indonesia.
Kitosan terbuat dari kitin yang terkandung di dalam cangkang udang-udangan, termasuk cangkang kepiting. Cangkang udang, misalnya, diperkirakan mencakup 30-70 persen bagian dari tubuh udang sendiri sehingga cangkang menjadi limbah yang melimpah.
Melalui proses pemurnian, cangkang akan menghasilkan kitin sebagai senyawa aminopolisakarida yang mampu mengikat 4-5 kali berat lemak ketimbang berat kitin itu sendiri. Untuk menjadikan kitin sebagai kitosan, ditempuh melalui proses hidrolisis kitin dengan asam dan basa.
Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya, lalu menyisakan gugus amina bebas yang menjadikan kitosan bersifat polikationik atau ion bermuatan positif.
”Karena muatan kitosan yang positif ini bisa ditempelkan dengan kurkumin yang bermuatan negatif,” kata Ronny.
Obat antikanker dengan kombinasi kitosan dan kurkumin—lebih tepatnya adalah PGV-O dengan ukuran nanopartikel—ini dimasukkan secara oral ke tubuh penderita.
Obat nanopartikel ini selanjutnya mudah diserap dan masuk ke pembuluh darah dan jaringan sel. Obat akan bekerja ketika menjumpai sel-sel kanker, terutama menghambat enzim COX-2 pada sel-sel kanker.
”Kurkumin dalam hal ini sebagai drug atau obat yang ingin diantar dengan kitosan nanopartikel,” kata Ronny.
Pada pengembangannya nanti, drug itu bisa diubah apa saja sesuai kebutuhan pasien. Obat dengan ukuran nanopartikel akan mengurangi dosis, tetapi Ronny mengakui, hasil penelitiannya belum mencapai presisi target.
”Para peneliti farmasi di dunia sekarang sedang mengejar metode pencapaian target penyakit secara presisi untuk diobati dengan obat nanopartikel ini,” ujar Ronny.
Kelimpahan bahan baku obat nanopartikel menjadi modal utama. Namun, ketekunan dan keseriusan semua pihak untuk mendukung riset ini tak kalah penting. Bahkan, amat penting.

Bahaya Tersembunyi dari Obat Herbal


Para ahli dari Leeds University School of Pharmacy Inggris belum lama ini memeringatkan ancaman di balik konsumsi obat herbal. Mereka menyatakan konsumsi obat herbal  bisa menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius. Pasalnya, kebanyakan obat herbal yang dijual di pasaran tak mencantumkan tanda peringatan keamanan seperti tanggal kadaluwarsa dan efek samping.
Dalam penelitiannya, mereka mensurvei lima jenis obat herbal yang paling populer di antaranya, St John’s wort, giseng Asia, echinacea, bawang putih dan ginko. Menurut peneliti, masih banyak konsumen yang tidak pernah tahu apa efek samping dari penggunaan obat-obat herbal tersebut.

Ginseng Asia, yang sering digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan echinacea yang sering digunakan untuk melindungi diri dari flu, juga memiliki bahaya tersembunyi.  Bawang putih, yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
St John wort misalnya, yang selama digunakan mengatasi untuk mengatasi bad mood.  Herbal ini ternyata dapat mengurangi efektivitas dari pil kontrasepsi. Sedangkan ginkgo, yang katanya untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan kewaspadaan, dan sebagai pengencer darah, ternyata tidak boleh dikombinasikan dengan obat lainnya.
Para peneliti juga melakukan survei terhadap 68 produk herbal yang dijual di pasaran dan menemukan 51 di antaranya (75 persen) tidak mengandung informasi tentang tindakan pencegahan, interaksi dengan obat lain atau efek samping. Tujuh puluh persen dari produk tersebut (48 dari 68 produk) dipasarkan sebagai suplemen makanan.
Peneliti menduga, sedikitnya produk herbal yang mencantumkan label informasi bisa disebabkan karena toko-toko herbal sejauh ini masih diizinkan untuk terus menjual stok lama, tanpa peringatan, dan tanggal kedaluwarsa.
Profesor Theo Raynor, yang memimpin studi ini mengatakan, :Nasihat terbaik untuk konsumen adalah mereka harus berhati-hati. Setiap zat yang mempengaruhi tubuh memiliki potensi untuk merusak jika tidak digunakan dengan tepat," katanya.
Raynor menyarankan, penting bagi konsumen untuk mencari obat herbal yang sudah mempunyai lisensi, yang berarti obat telah disetujui oleh pemerintah. "Anda harus memberitahu dokter, jika Anda mengonsumsi obat herbal. Hal ini dimaksudnkan supaya Anda mendapatkan perawatan yang terbaik," tambahnya.

Serbuk Kopi Mencegah Kanker Kulit


Satu lagi penelitian menunjukkan bahwa kopi adalah tanaman yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru di Amerika Serikat mengindikasikan, meminum kopi atau bahkan mengoleskan serbuk kopi di atas kulit mungkin dapat menjadi cara supaya terlindung dari risiko terkena kanker.
Penelitian yang dilakukan Dr Allan Conney dari Rutgers University di New Jersey AS, menunjukkan, kafein dalam kopi dapat membantu mencegah timbulnya kanker kulit non-melanoma dengan cara membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang menjadi tumor.     

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengindikasikan bahwa minum secangkir kopi mengandung kafein setiap hari memiliki efek menekan enzim ATR dan memicu kematian sel-sel yang rusak oleh paparan sinar UV.     
Kesimpulan itu diambil setelah melakukan percobaan menggunakan tikus di laboratorium. Hewan pengerat ini direkayasa secara genetik sehingga tubuhnya kekurangan produksi sejenis enzim bernama ATR. Para peneliti mampu membuktikan, tikus tersebut dapat terhindar dari kanker bahkan ketika terpapar sinar ultraviolet.      
Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kopi yang mengandung kafein - baik  diminum atau  dioleskan pada kulit - mampu bekerja menghambat ATR. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga berlaku pada manusia.     
"Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala," kata Conney, yang mempublikasi risetnya dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.     
"Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak," tambahnya
Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering ditemukan. Kanker ini sebagian besar dapat disembuhkan jika terdeteksi di tahap awal.
Penelitian sebelumnya menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein

Pengobatan Hepatitis Perpanjang Usia ODHA


 Saat ini, infeksi virus hepatitis, terutama hepatitis B dan C, masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Kasus ini dialami 60 persen pengidap HIV/AIDS.
Deteksi dini hepatitis dan pengobatan penyakit ini dapat mencegah timbulnya sirosis dan kanker hati sebagai dampak lanjut infeksi virus ini pada tubuh. Dengan demikian, kondisi kesehatan penderita terkendali.

Diskusi menampilkan pembicara lain, yakni Oscar Barrerecheo, Representatif dari WHO, dan Unggul Budihusodo dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, serta Kosasih dari PT Indofarma Tbk.
Hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) di Jakarta, Rabu (27/7).
Diskusi ini berkaitan dengan Hari Hepatitis Sedunia Kedua pada 28 Juli 2011 yang bertema ”Saatnya Lawan Hepatitis”. Ada beberapa kegiatan untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang infeksi hepatitis, meliputi pencegahan, penemuan kasus secara dini, dan pengobatan komplikasi yang ditimbulkan oleh virus hepatitis.
Unggul mengatakan, HIV dapat mengakselerasi penyakit hati akibat hepatitis C virus (HCV). Dalam 10-15 tahun terinfeksi sehingga 25 persen HIV/HCV berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Untuk mengatasinya, menurut Unggul, pengobatan HIV/AIDS harus dilakukan lebih dulu sebelum mengobati HCV yang bersifat kronik.
Saat ini tersedia obat HIV/ AIDS Anti Retroviral Therapy (HAART) yang tidak beracun terhadap hati. Untuk pengobatan HCV dengan interferon masih terkendala harga yang mahal. Pengobatan perlu penyuntikan interferon 24-48 kali dengan harga 2 juta per dosis.
Peringkat ketiga
Tjandra memaparkan, saat ini 2 miliar penduduk pernah terinfeksi virus hepatitis B dan diperkirakan 500 juta orang menderita infeksi virus hepatitis B dan C. Dari jumlah itu, 1,5 juta orang meninggal.
Indonesia termasuk negara dengan prevalensi HBsAg kategori tinggi, lebih dari 8 persen, dan menempati urutan ketiga setelah China dan India.
Penyebabnya, sebagian besar penderita tak menyadari terinfeksi virus hepatitis karena tidak menampakkan gejala sehingga diagnosis sering terlambat.
Prof Ali Sulaiman, salah satu anggota Koalisi Pemberantasan Virus Hepatitis di Asia Pasifik (CEVHAP), dalam siaran pers terkait peringatan Hari Hepatitis Sedunia, juga menyatakan, tingkat kesadaran masyarakat sangat kurang apabila dibandingkan dengan HIV/AIDS dan malaria. ”Dengan dibentuknya CEVHAP diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pencegahan dan mendorong terbukanya akses deteksi dini dan pengobatan yang lebih luas di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Stephen Locarnini, Kepala Divisi Laboratorium Referensi Penyakit Infeksi Victoria, Australia, yang merupakan salah satu pendiri CEVHAP, mengatakan, lebih dari separuh pasien hepatitis kronis tinggal di negara yang tidak memiliki kebijakan untuk tes gratis dan 41 persen pasien hidup di negara yang tidak memiliki dana pemerintah untuk pengobatan hepatitis B dan C.

Minum Obat Tidak Menghalangi Puasa


Keharusan minum obat karena penyakit tertentu sebenarnya bukanlah halangan untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Hal itu terutama bagi mereka yang menderita penyakit ringan.
Lain halnya jika dokter merekomendasikan untuk tidak berpuasa. Biasanya, alasan itu bukan karena harus minum obat teratur, melainkan karena kondisi tubuh bakal menderita akibat penyakit tertentu. Selain itu, karena mereka juga yakin bahwa dengan berpuasa memperparah penyakit atau memperlambat proses penyembuhan.

Satu kali sehari sebelum makan
Lalu bagaimana cara mengatur agar puasa tetap lancar dan urusan minum obat juga tidak terputus? Untuk itu, Anda harus mengetahui dengan pasti jadwal minum obat dan trik untuk "mengakalinya".
Berarti obat diminum setelah berbuka puasa (kira-kira setengah jam sebelum makan berat). Alternatif lain adalah setengah jam sebelum makan sahur. Kapan pun waktu yang dipilih, yang penting adalah konsistensi.
Satu kali sehari setelah makan
Minum obat setelah berbuka puasa atau seusai makan sahur, sebelum imsak. Sekali lagi, jadwal tersebut harus ditepati selama satu bulan berpuasa.
Dua kali sehari setelah makan
Obat diminum setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.
Dua kali sehari sebelum makan
Obat dikonsumsi setelah minum berbuka puasa. Setengah jam setelah minum obat, barulah makan malam. Minum obat berikutnya adalah minimal setengah jam sebelum menyantap hidangan sahur.
Tiga kali sehari setelah makan
Berarti, obat dikonsumsi masing-masing setelah makan berbuka puasa, sebelum tidur (dengan menyantap sedikit makanan), dan setelah makan sahur.
Tiga kali sehari sebelum makan
Yang pertama adalah seusai minum buka puasa. Setengah jam kemudian barulah menyantap makan malam. Obat kedua diminum saat hendak tidur dan jangan makan apa pun kira-kira setengah jam sebelum minum obat. Yang terakhir adalah setengah jam sebelum makan sahur.
Bagaimana jika Anda memiliki jadwal minum obat empat kali sehari? Khusus untuk bulan puasa ini, mungkin Anda bisa meminta alternatif obat lain yang hanya diminum paling banyak tiga kali kepada dokter Anda.
Demi kesehatan Anda juga, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa, terutama bagi penderita diabetes. Pasien diabetes biasanya dilarang minum obat setelah sahur untuk menghindari terjadinya hipoglikemia, yaitu penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...