Sabtu, 31 Maret 2012

Pertajam Memori Otak dengan Buah Beri


shutterstock
  Pertajam Memori Otak dengan Buah Beri- Kelompok buah beri, seperti blueberry, blackberry, atau strawberry, mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Karena itu buah ini sangat direkomendasikan untuk memperlambat penuaan dan mencegah radikal bebas. Manfaat lainnya yang baru-baru ini diketahui adalah meningkatkan fungsi otak dan mencegah penurunan memori akibat penuaan.

"Selain terkenal karena efek antioksidan, konsumsi buah beri juga memiliki efek langsung pada otak," kata peneliti, Marshall Miller, dari USDA-ARS Human Nutrition Research Center on Aging, dan rekan yang mempublikasikan temuannya dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Para peneliti mengatakan, hasil studi laboratorium pada hewan menunjukkan bahwa diet tinggi  buah kelompok beri memberikan efek menguntungkan pada jalur sinyal otak dalam mencegah terjadinya peradangan dan kematian sel. Efek perbaikan pada fungsi otak tersebut bahkan membantu mencegah terjadinya gangguan otak seperti Alzheimer dan demensia, yang berkaitan dengan usia.

Cara kerja berry pada otak


Pada temuan terbarunya, peneliti mempelajari tentang efek dari konsumsi beri pada sinyal otak atau komunikasi internal dan perilaku. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsumsi buah beri seperti pada hewan dan manusia berkontribusi dalam mencegah penuaan pada otak dalam berbagai cara.

Pertama, kandungan antioksidan yang tinggi beri membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan oleh radikal bebas berbahaya, yang dilepaskan dalam tubuh dari proses "oksidasi."

Kedua, beri mengubah cara neuron di otak dalam berkomunikasi satu sama lain. Perubahan ini dapat mencegah peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan dengan demikian meningkatkan kontrol gerakan dan fungsi.

Sebagai contoh, peneliti mengatakan bahwa hasil temuan telah menunjukkan bahwa beri mampu meningkatkan fungsi otak dan mengontrol pergerakan pada hewan.

Selain itu, beberapa studi pada manusia juga telah menunjukkan bahwa suplementasi diet dengan buah beri dapat mengurangi peradangan pada manusia. Anggur dan blueberry juga telah terbukti memperbaiki fungsi otak pada orang dewasa dengan gangguan mental ringan.

Para peneliti mengatakan, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menentukan apakah efek menguntungkan pada fungsi otak merupakan hasil dari senyawa tertentu dari buah berry atau kombinasi unik dari bahan kimia yang terdapat dalam setiap buah beri.

Vitamin E Tak Bantu Cegah Sakit Jantung

shutterstock
Vitamin E Tak Bantu Cegah Sakit Jantung - Banyak orang percaya bahwa konsumsi suplemen vitamin E yang kaya akan antioksidan mampu mengurangi risiko seseorang dari serangan penyakit jantung. Benarkah?
Sebuah riset terbaru mengindikasikan, konsumsi suplemen vitamin E ternyata tidak memengaruhi risiko seseorang, khususnya wanita untuk terhindar dari penyakit gagal jantung. Hal tersebut disampaikan oleh para ilmuwan yang mempublikasikan penelitian terbarunya pada 20 Maret 2012 dalam jurnal Circulation.

"Suplemen vitamin E tidak meningkatkan maupun menurunkan risiko," kata peneliti studi, Dr Claudia Chae, seorang ahli jantung dari Massachusetts General Hospital.

Para ilmuwan meyakini bahwa temuannya menjadi yang pertama dalam melihat apakah konsumsi suplemen vitamin E dapat membantu wanita sehat dalam mencegah penyakit gagal jantung.

Chae mengatakan, temuan ini dapat menjadi bukti tambahan agar kita sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin E untuk mencegah penyakit jantung.

Dalam risetnya, Chae dan rekan-rekannya mengevaluasi hampir 40.000 perempuan yang terdaftar dalam Women Health Study. Masing-masing dari peserta diketahui mengonsumsi 600 IU vitamin E atau plasebo setiap hari.

Para peneliti mengamati relawan perempuan tersebut selama rata-rata satu dekade. Selama riset berlangsung, ada 220 kasus gagal jantung terjadi. Temuan juga mencatat bahwa asupan suplemen vitamin E tidak mengubah risiko mereka untuk terhindar dari serangan gagal jantung, bahkan setelah disesuaikan dengan faktor lainnya seperti usia.

Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh US National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Cancer Institute, Donald W. Reynolds Foundation and Elizabeth Anne, Karen Barlow Corrigan Women's Heart Health Program dari Massachusetts General Hospital.

"Ini adalah penelitian yang penting. Konsumsi vitamin E tidak diperlukan pada wanita yang mencoba untuk mencegah penyakit jantung." kata Dr Gregg Fonarow, direktur Ahmanson Cardiomyopathy Center dari University of California, Los Angeles.

Sementara itu, Dr Suzanne Steinbaum, dari Lenox Hill Hospital New York City, mengaku sependapat dengan temuan tersebut. Ia mengatakan bahwa suplemen vitamin E benar-benar tidak memiliki manfaat dalam mencegah penyakit jantung.

"Saya kira pesan yang bisa dipetik adalah bahwa seseorang dalam populasi yang sehat, tidak membutuhkan asupan suplemen vitamin E," kata Steinbaum.

Steinbaum menyarankan, wanita yang ingin mencegah penyakit jantung harus mengubah pola hidup mereka dengan rutin melakukan aktivitas fisik dan bukan malah mengandalkan asupan vitamin E.

Fonarow dan Chae sepakat bahwa ada strategi lain yang terbukti dapat mencegah serangan jantung selain dengan berolahraga seperti, menjaga tekanan darah pada tingkat yang normal, menjaga kolesterol, menjaga berat badan tetap ideal dan tidak merokok.

Obat Diabetes Cegah Sakit Jantung

shutterstock
Obat Diabetes  Cegah Sakit Jantung -  Riset awal yang dilakukan para ahli menunjukkan adanya potensi dan manfaat penggunaan obat diabetes yang sudah dikenal luas yakni metformin terhadap kesehatan jantung. Penelitian pada hewan yang dilakukan para ilmuwan dari Sahlgrenska Academy University of Gothenburg, Swedia mengindikasikan bahwa metformin dapat memberikan efek protektif terhadap jantung.

Dalam risetnya, peneliti melakukan percobaan kepada tikus untuk melihat dampak pemberian metformin. Studi ini merupakan hasil kerjasama dengan para ilmuwan dari Naples dan telah dipublikasikan dalam journal Diabetes pada 22 Februari 2012.

Hasil penelitian mengungkapkan, penggunaan metformin dapat membantu meningkatkan kapasitas pompa jantung, meningkatkan keseimbangan energi, mengurangi akumulasi lemak, dan membatasi hilangnya jumlah sel jantung yang mati.

Efek jangka panjang


Dalam kajiannya, peneliti juga melakukan percobaan menggunakan obat diabetes jenis lain (selain metformin) untuk mengetahui sejauh mana efek perlindungan pada jantung. Hasil menunjukkan, hewan yang diberi obat diabetes jenis lain, tidak mendapatkan manfaat positif pada jantung.

"Hewan-hewan yang digunakan dalam penelitian ini diberi metformin selama satu tahun, sehingga efeknya bertahan lama," kata Jorgen Isgaard, selaku pemimpin penelitian.

Penelitian terbaru pada pasien


Penggunaan obat-obat diabetes telah terbukti menimbulkan sejumlah efek samping serius pada pasien penyakit jantung. Rosiglitazone misalnya, baru-baru ini ditarik karena memiliki efek samping terhadap jantung. Sementara itu, metformin terkadang juga memiliki efek samping, terutama pada pasien dengan gagal ginjal.

"Hasil kami tetap memperkuat indikasi untuk menggunakan metformin sebagai obat diabetes, dan kami berharap ke depannya akan dilakukan penelitian terhadap pasien yang sebenarnya," kata Isgaard.

Apel pencegah diabetes

shutterstock
Apel pencegah diabetes - Penelitian terbaru dari Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi beberapa jenis buah-buahan seperti blueberry, apel dan pir berkaitkan dengan risiko lebih rendah mengidap diabetes.

Menurut peneliti, buah-buahan ini banyak mengandung flavonoid, senyawa alami yang hadir pada buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, yang berdasarkan hasil beberapa riset terkait dengan manfaat kesehatan seperti rendahnya risiko penyakit jantung atau kanker.

"Orang yang mengonsumsi blueberry atau apel dalam jumah yang lebih tinggi, mereka cenderung memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2," kata An Pan, seorang peneliti dari Harvard School of Public Health.

Menurut Pan, temuan ini menunjukkan adanya asosiasi, tetapi tidak secara langsung membuktikan bahwa buah-buahan itu dapat mencegah diabetes.

Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menunjukkan hasil yang sejalan dengan beberapa riset sebelumnya yang telah lebih dulu menghubungkan diet tinggi buah-buahan (kaya flavonoid) berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi.

Menurut American Diabetes Association, sekitar 26 juta orang Amerika mengidap penyakit diabetes. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang mengubah glukosa dalam darah menjadi energi.
Diabetes tipe 2 biasanya dapat dikontrol dengan olahraga serta perubahan pola makan dan tanpa insulin.

Dalam risetnya, peneliti dari U.S. National Institutes of Health melacak pola diet sekitar 200.000 pria dan wanita selama 24 tahun.  Para peserta, di minta untuk mengisi kuisioner tentang seberapa sering mereka mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dengan ukuran porsi standar. Pada awal riset, seluruh peserta diketahui tidak ada yang menderita diabetes, tetapi selama periode penelitian berlangsung, sebanyak 12.600 peserta didiagnosis dengan diabetes.

Hasil riset menemukan bahwa mereka yang gemar mengonsumsi blueberry memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tidak makan blueberry. Sementara peserta yang makan lima atau lebih apel seminggu juga memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes ketimbang peserta yang tidak makan apel.

Para peneliti mengungkapkan bahwa senyawa flavonoid pada buah-buahan tersebut mungkin memberikan efek yang menguntungkan dalam menekan risiko diabetes. "Kami menemukan hasil yang konsisten dari tiga hasil riset. Di mana ketiga penelitian menunjukkan bahwa konsumsi apel dan blueberry bermanfaat untuk mencegah diabetes tipe 2," kata Pan.

Menurut Pan, temuan tersebut telah memperhitungkan faktor risiko lain, seperti berat badan, merokok dan riwayat keluarga diabetes. "Temuan ini sangat bagus karena mendorong kita untuk mengonsumsi buah-buahan secara langsung ketimbang jus buah (olahan)," katanya, mengutip bukti terbaru bahwa jus buah olahan yang diberi gula dan zat tambahan lain dapat meningkatkan risiko diabetes

Cara Mengurangi Kecanduan Kafein

shutterstock
Cara Mengurangi Kecanduan Kafein- Tak ada yang salah dengan kafein, sampai Anda menengguknya terlalu banyak sehingga menderita nyeri ulu hati dan sulit tidur. Jika Anda terlalu cemas tentang kemungkinan dampak buruk kafein dalam jangka panjang, cobalah menguranginya.

Mengurangi kafein memang bisa mengurangi keluhan nyeri ulu hati (acid reflux), gangguan tidur, dan kecemasan. Tetapi menghentikan kafein sama sekali bisa membuat Anda lebih mudah marah, kelelahan, bahkan sakit kepala. Untuk itu ikuti kiat-kiat aman mengurangi kafein seperti disampaikan oleh Robynne Chutkan, pakar gastroenterologi dari University Medical Center ini.

1. Kurangi perlahan

Bila Anda termasuk peminum berat kafein, maka Anda perlu menguranginya secara perlahan sehinga gejala ketagihan bisa dikurangi. Ingatlah bahwa kafein bisa didapatkan dari banyak sumber, termasuk cokelat.

2. Cari minuman pengganti

Sebagai awal mungkin Anda bisa mengganti kopi dengan kopi decaf yang kandungan kafeinnya jauh lebih sedikit. Perlahan gantilah kopi dengan minuman lain yang bebas kafein.

3. Redakan nyeri kepala
Sakit kepala yang berlangsung lebih dari dua hari bisa menjadi tanda Anda mengalami gejala ketagihan kafein. Bila sakit kepala mulai mengganggu konsumsi pereda nyeri kepala. Sebaiknya hindari aspirin atau ibuprofen dan memilih asetaminopen karena tidak menyebabkan nyeri ulu hati.

4. Minum lebih banyak air

Minum lebih banyak air adalah salah satu cara untuk melakukan detoks. Selain itu dalam keadaan terhidrasi, tubuh akan lebih waspada sehingga pikiran tetap fokus meski tanpa kafein.

5. Olahraga

Olahraga bisa memiliki efek seperti stimulan, seperti halnya kafein. Karena itu jika muncul tanda-tanda ketagihan kafein, seperti rasa lelah, pusing, lakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan energi.

6. Asup makanan sehat
Bila selama ini kafein menjadi andalan dikala Anda sibuk, sebagai gantinya asuplah hanya makanan sehat, yakni yang tidak mengandung gula tambahan dan makanan siap saji. Makanan sehat adalah pemacu energi yang baik, terutama karbohidrat yang berasal dari serat.

7. Perhatikan jadwal

Ini berarti jangan biarkan "tangki" makanan Anda kosong dalam waktu lebih dari empat jam. Perut yang dibiarkan kosong akan membuat tubuh tak berenergi dan lebih sulit berkonsentrasi.

8. Cukup tidur

Kopi mengandung stimulan sehingga jika kita berhenti mengonsumsinya kita cenderung merasa kurang bertenaga. Padahal, obat paling ampuh untuk mengembalikan energi adalah tidur. Untuk menyiasati sulit tidur, hindari tidur siang, berolahraga secara teratur, dan tidur pada waktu yang sama setiap malam.

Pilihan Makanan Sesuai Golongan Darah

 
shutterstock
Pilihan Makanan Sesuai Golongan Darah  - Untuk mengetahui apakah makanan yang Anda konsumsi sesuai dengan kebutuhan atau tidak, rupanya sangat dipengaruhi dari jenis golongan darah. Ya, setiap golongan darah diyakini memiliki respon yang berbeda-beda terhadap apa yang Anda konsumsi.

Dr Peter D’Adamo, seorang dokter naturopati dan ahli dalam bidang golongan darah manusia mengungkapkan bahwa setiap golongan darah menghasilkan antigen yang bereaksi terhadap setiap jenis makanan. D'Adamo mengatakan, konsumsi makanan yang tidak menimbulkan reaksi baik terhadap golongan darah dapat menyebabkan kelelahan, retensi cairan dan masalah berat badan.

Sementara, jika Anda mengonsumsi makanan yang kompatibel dengan jenis golongan darah Anda, hal ini akan membantu meningkat energi, mencegah penyakit dan mengurangi berat badan.  Berikut ini adalah sekilas mengenai jenis makanan yang seseuai dengan golongan darah, seperti dipaparkan oleh D'Adamo:
Golongan Darah O
Golongan darah O merupakan salah satu jenis golongan darah yang paling umum dan jumlahnya paling banyak ketimbang jenis golongan darah lain. Sekitar 45 persen orang Amerika diketahui memiliki golongan darah O. Berdasarkan jenis makanan, orang dengan golongan darah O sangat cocok untuk mengonsumsi daging yang kaya protein tinggi. Individu dengan golongan darah O memiliki lebih banyak asam lambung ketimbang golongan darah lainnya, yang membuat mereka lebih cocok untuk mencerna daging.

Golongan Darah A
Menurut D'Adamo, orang dengan tipe darah A paling cocok untuk mengonsumsi sayur-sayuran alias vegetarian, karena mereka tidak memiliki cukup asam lambung untuk dapat mencerna daging. Diet protein nabati seperti kacang, legumes, kedelai dan karbohidrat kompleks adalah makanan yang cocok untuk Anda yang memiliki golongan darah A.

Golongan Darah B
Jagung, gandum, lentil, tomat, kacang tanah dan biji wijen merupakan jenis makanan yang dapat mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan kelelahan serta retensi cairan. Orang dengan golongan darah B sebaiknya juga menghindari konsumsi ayam, karena memiliki lektin pada jaringan otot dan menimbulkan reaksi kurang baik dengan golongan darah mereka. Adamo menyarankan untuk mengonsumsi banyak sayuran dan memilih jenis daging yang lain seperti daging kambing, kelinci dan daging rusa.

Golongan Darah AB
Jenis AB adalah golongan darah paling langka. Di  Amerika saja, hanya sekitar 5 persen warga memiliki golongan darah ini. Mengingat golongan darah Anda mewarisi campuran gen, jadi makanan paling cocok untuk Anda adalah mengonsumsi campuran makanan laut, gandum dan sayuran. Menurut D'Adamo, individu dengan golongan darah AB kurang memiliki kadar asam lambung yang cukup untuk pencernaan daging, tapi mereka dapat mengonsumsi ikan. D'Adamo mengatakan, sayuran hijau, ikan laut dan susu rendah lemak merupakan makanan yang tepat untuk mereka dengan golongan darah AB.

Salmon Makanan Super Ibu Hamil


shutterstock
Salmon  Makanan Super   Ibu Hamil - Konsumsi ikan salmon ternyata dapat menaikan derajat kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Hasil temuan para ilmuwan dari University of Granda menunjukkan, konsumsi dua porsi salmon seminggu dapat mempromosikan kesehatan ibu hamil dan bayi secara keseluruhan.

Ilmuwan menemukan, asupan ikan salmon meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dan meningkatkan pertahanan antioksidan pada wanita hamil dan bayi. Konsumsi ikan salmon juga diketahui tidak mengubah tingkat stres oksidatif, respon inflamasi dan homeostasis (ketahanan) vaskuler.

Dalam risetnya, peneliti menggunakan sampel secara acak pada wanita hamil yang tingkat konsumsi ikannya rendah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, ibu hamil menerapkan pola diet seperti yang biasa mereka lakukan. Sementara kelompok kedua, ibu hamil diberi konsumsi dua porsi ikan salmon sejak usia kehamilan memasuki 20 minggu sampai batas waktu yang ditentukan.

Salmon yang digunakan dalam penelitian ini telah dipelihara dan diberikan makanan khusus sehingga salmon memiliki tinggi kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan rendah kontaminasi.

Sampel darah dan urin
Selanjutnya peneliti mengambil sampel darah dan urin dari dua kelompok. Peserta juga diminta untuk mengisi kuisioner tentang apa saja yang mereka makan pada minggu ke 20 dan 34 usia kehamilan, yang akan memberikan informasi tentang asupan makanan selama 12 minggu sebelumnya.

Selanjutnya, sampel darah dan urin peserta diambil kembali memasuki minggu ke 38 usia kehamilan. Hasilnya menunjukkan, konsentrasi asam lemak omega-3 meningkat pada wanita hamil yang diberikan asupan dua porsi salmon setiap minggnya.

Hasil yang sama juga terlihat pada bayi baru lahir. Dua porsi salmon setiap minggu membantu ibu dan anak mereka mencapai asupan asam lemak omega-3 sesuai dengan rekomendasi.

Para ahli juga menemukan, biomarker untuk oksidasi lipid dan kerusakan oksidatif pada DNA tidak dipengaruhi oleh asupan salmon. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa makan dua porsi salmon seminggu selama kehamilan tidak akan meningkatkan stres oksidatif.

Popcorn Camilan Kaya Antioksidan

 
shutterstock
Popcorn Camilan Kaya Antioksidan — Siapa yang tak kenal dengan popcorn. Di samping rasanya yang gurih, popcorn ternyata juga memiliki reputasi yang baik sebagai makanan ringan. Para ilmuwan melaporkan bahwa popcorn mengandung lebih banyak zat antioksidan menyehatkan yang disebut polifenol ketimbang buah dan sayuran.

Polifenol
memiliki manfaat kesehatan yang besar karena senyawa ini mampu membantu melawan molekul berbahaya yang merusak sel. Temuan ini rencananya akan dipresentasikan dalam National Meeting and Exposition of the American Chemical Society (ACS) pada minggu ini.

Peneliti menemukan bahwa satu porsi popcorn mengandung hampir 300 mg antioksidan—hampir dua kali lipat (160 mg) untuk semua buah-buahan per porsi. Peneliti bahkan menemukan, kulit popcorn—bagian yang sering terjebak di sela-sela gigi—sebenarnya memiliki konsentrasi polifenol dan serat paling tinggi. "Kulit mereka layak mendapatkan perhatian lebih karena memiliki kandungan gizi lebih banyak," kata Vinson.

Meski begitu, Vinson memperingatkan bahwa seseorang tidak dapat hanya bergantung pada popcorn. Pasalnya, walau bagaimanapun, popcorn tidak mengandung vitamin dan nutrisi sebagaimana yang terkandung pada buah dan sayuran.

Vinson dan timnya menyimpulkan, "Popcorn mungkin makanan ringan yang sempurna. Satu porsi popcorn memberikan lebih dari 70 persen asupan harian gandum. Rata-rata orang hanya mendapat sekitar setengah porsi gandum utuh sehari, dan popcorn dapat mengisi kekurangan tersebut dengan cara yang menyenangkan."
Jangan keliru membuat "popcorn"
Vinson kembali memperingatkan cara penyajian popcorn yang keliru yang justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Cara yang salah tersebut, misalnya, memasak menggunakan minyak, mengoleskan mentega, atau memberikan tambahan garam dan gula, yang justru akan membuat makanan ringan tersebut tinggi kandungan lemak dan kalori.

"Popcorn yang dibuat dengan microwave dan ditambahkan minyak memiliki kalori dua kali lebih banyak. Sekitar 43 persen popcorn yang dibuat menggunakan microwave adalah lemak," jelasnya.

coklat bikin langsing

 
coklat bikin langsing -Ini adalah kabar baik bagi para penggemar cokelat. Riset terbaru mengindikasikan, mereka yang rutin mengudap cokelat memiliki tubuh yang lebih ramping ketimbang mereka yang jarang mengonsumsinya. Ilmuwan dari  University of California, San Diego, Beatrice Golomb, MD, PhD beserta timnya menemukan bahwa orang dewasa yang makan cokelat secara teratur cenderung mempunyai badan yang lebih langsing ketimbang yang tidak.

Seperti yang dipublikasikan secara online dalam Archives of Internal Medicine pada 26 Maret 2012, peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan bahwa rutin mengonsumsi cokelat dapat menurunkan berat badan. Tetapi kemungkinan ada faktor lain yang ikut memengaruhi perbedaan berat badan atau mungkin secara statistik hanya merupakan suatu kebetulan.

Dalam risetnya, Golomb dan rekan melibatkan hampir 1000 orang relawan. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka makan coklat. Rata-rata usia relawan adalah 57 tahun dan 68 persen diantaranya adalah laki-laki.

Peneliti kemudian mencoba menemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan indeks massa tubuh (BMI) peserta. BMI adalah perhitungan berdasarkan tinggi dan berat badan yang digunakan untuk menentukan berat badan, kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Indeks massa tubuh peserta rata-rata 28 - artinya, kelebihan berat badan tetapi tidak obesitas. Rata-rata, peserta makan cokelat dua kali seminggu dan rutin melakukan aktivitas fisik (olahraga) tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Hasil kajian menunjukkan bahwa mereka yang makan rutin atau sering makan coklat memiliki BMI lebih rendah dari yang lain, bahkan ketika peneliti telah mengaitkan dengan faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan konsumsi buah dan sayuran. Bahkan, perbedaan antara peserta yang sering dan jarang makan cokelat sekitar 5 sampai 7 pon.
Golomb mengatakan, cokelat termasuk makanan yang kaya antioksidan - zat yang dapat melawan agen perusak di dalam tubuh. Beberapa riset juga telah menunjukkan, konsumsi cokelat dapat memberi efek kesehatan yang positif seperti menurunkan tekanan darah dan menjaga kolesterol. Tapi di sisi lain, coklat bisa juga bisa membawa malapetaka karena tinggi kandungan kalori dan lemak.

Golomb kembali mengingatkan bahwa studi ini tidak menyatakan bahwa konsumsi cokelat dapat membantu menurunkan berat badan. Studi tersebut juga tidak menyebutkan secara spesifik jenis cokelat apa yang paling baik untuk tubuh.  "Temuan ini bukan berarti bahwa Anda harus pergi keluar dan makan 20 pon cokelat per hari," ucap Golomb.

Zat Pewarna Soda Memicu Kanker

 
shutterstock
 - Sebuah kelompok advokasi publik di Amerika Serikat mengklaim bahwa zat pewarna yang dipakai untuk membuat minuman soda berwarna karamel atau kecokelatan bisa menyebabkan kanker.

Dalam surat yang mereka kirimkan kepada Food and Drug Administration (FDA), mereka meminta agar pemerintah melarang penggunaan zat warna itu.

Menurut Michael Jacobson, direktur eksekutif Center for Science in the Public Interest (CSPI), mengatakan hasil analisa laboratorium menemukan bahwa kadar 4-methylimidazole (4-MI) dan 2-methylimidazole, yang terbentuk ketika gula dicampur dengan amonia dan sulfat untuk menciptakan warna karamel, dalam 340 gram soda mengandung lima kali lipat dari batasan yang diperbolehkan oleh negara bagian California yakni 29 mikrogram.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran karena konsumsi minuman soda orang Amerika cukup tinggi.

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara FDA, Doug Karas mengatakan bahwa menurut standar nasional, kandungan 4-MI dalam soda sangat kecil untuk dapat memicu kanker. "Konsumen harus mengonsumsi sekitar 1000 kaleng soda setiap hari untuk mencapai dosis yang dianggap memicu kanker itu," katanya.

Batasan zat pewarna 4-MI dalam soda, menurut FDA adalah tak lebih dari 250 ppm dan karamel akan encer ketika dimasukkan ke soda. Selain itu, level tertinggi 4-MI yang ditemukan oleh CSPI adalah sekitar 0,4 ppm.

Menanggapi hal tersebut, American Beverage Association, mengatakan zat warna karamel yang dipakai dinyatakan aman di seluruh dunia, termasuk oleh European Food Safety Authority dan Health Canada.

Selain kandungan zat pewarna, menurut CSPI para penggemar soda harus mewaspadai juga kandungan gula yang tinggi dalam soda yang bisa memicu obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lain.

Buah dan Sayur Bikin Kulit Mulus

 
shutterstock
ilustrasi
 - Sebuah riset terbaru mengindikasikan, diet tinggi sayur dan buah-buahan merupakan cara terbaik dan alami untuk membuat kulit terlihat lebih menarik. Bahkan dalam riset terbarunya, para peneliti dari Skotlandia menemukan, diet tinggi buah dan sayuran akan memberikan perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan kekuningan pada orang kulit putih.
Peneliti beranggapan, buah dan sayur sebagai makanan yang kaya antioksidan dan sarat dengan pigmen nabati, yang dapat mempengaruhi warna kulit. Temuan ini dipublikasikan dalam journal online PLoS ONE.

Dalam risetnya, peneliti mengumpulkan data dari 35 mahasiswa di University of St Andrews, Skotlandia. Usia mereka rata-rata adalah 21 tahun. Peserta studi diminta untuk mengisi kuisioner frekuensi makanan yang menjelaskan seberapa sering mereka makan makanan tertentu selama tiga sesi penelitian selama enam minggu.

Hasil kuesioner menunjukkan bahwa, rata-rata para siswa makan 3,5 porsi buah dan sayuran sehari.

Para ilmuwan juga mengukur warna kulit setiap peserta di tujuh lokasi tubuh, termasuk bagian pipi, dahi, bahu, dan lengan atas, pada awal penelitian, serta di minggu ke tiga dan minggu ke enam.

Hasil temuan menunjukkan, tidak butuh waktu yang lama dan tidak butuh peningkatan besar dalam makanan untuk memperbaiki penampilan kulit. Setelah enam minggu, para ilmuwan melihat adanya peningkatan yang nyata dalam warna kulit di mana lebih kemerahan dan kekuningan pada orang yang meningkatkan asupan buah dan sayuran.

"Perubahan warna kulit ada hubungannya dengan apa yang Anda makan selama periode waktu yang relatif singkat dan itu dicapai melalui perubahan pola makan yang relatif sederhana," kata peneliti.

Peneliti berpendapat senyawa seperti karotenoid - pigmen yang memberikan warna merah, kuning, dan oranye pada buah-buahan dan sayuran - adalah agen utama yang memainkan peran penting dalam memberikan warna pada kulit. Makanan seperti wortel, ubi, labu, dan aprikot sangat kaya akan beta-karoten, seperti juga beberapa sayuran hijau tua, termasuk bayam dan kangkung. Sementara itu jenis karotenoid lain seperti likopen, banyak ditemukan pada tomat dan produk jeruk.

Para ilmuwan menambahkan bahwa mereka tidak tahu apakah temuan ini akan memberikan manfaat yang sama pada orang dengan pigmentasi kulit yang berbeda, atau apakah orang dewasa yang lebih tua akan mengalami perubahan yang sama dalam warna kulit dengan orang dewasa muda.

Manfaat Maksimal dari Jus Buah

 
SHUTTERSTOCK
Kandungan sari buah biasanya 100 persennya diperoleh dari buah.
  - Sudah banyak orang yang memahami bahwa mengonsumsi jus baik buah atau sayuran memiliki peran besar untuk menunjang kesehatan. Kenapa? Karena dengan mengonsumsi buah dan sayuran mentah dalam bentuk jus memungkinkan kita untuk memperoleh enzim dalam jumlah yang lebih besar ketimbang yang dimasak terlebih dahulu.
Tetapi, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari jus, ada baiknya jika Anda memahami nutrisi dan mineral apa saja yang terkandung pada masing-masing buah dan sayuran. Hasil kombinasi antara buah dan sayuran dapat menjadi formula yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan dan kondisi medis.

Misalnya, jika Anda penderita diabetes dan ingin menghindari penggunaan jagung dalam resep membuat jus, Anda bisa mengganti mentimun sebagai gantinya. Mengetahui secara tepat manfaat dari konsumsi buah dan sayuran akan memberikan perbedaan besar pada kondisi kesehatan seseorang.

Yang perlu diingat dalam proses membuat jus
:

- Cuci semua buah dan sayuran dengan benar untuk menghindari paparan pestisida dan zat kimia lain, disamping juga untuk memaksimalkan manfaat jus. Saat membuat jus apel, pastikan untuk tidak membuang kulitnya untuk mempertahankan vitamin esensial yang terkandung di dalamnya.

- Beberapa buah atau sayur seperti ketimun mungkin memiliki lapisan lilin. Jadi, sebelum membuatnya menjadi jus, Anda harus mencuci dan mengupas kulitnya.

- Bila ada menggunakan buah yang memiliki banyak biji, pastikan terlebih dahulu untuk membuang bijinya sebelum dibuat jus.

- Beberapa jenis sayuran seperti bit, memiliki rasa yang agak pahit. Untuk membuat rasanya lebih manis, Anda dapat menambahkan buah-buahan seperti apel atau anggur, untuk memberikan rasa manis pada jus Anda. Anda juga dapat mengkombinasikannya dengan madu dan atau sayuran lain.

Manfaat buah-buahan tertentu

- Anggur : dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anggur merupakan sumber yang baik dari antioksidan yang dapat membantu Anda tetap merasa muda dan awet muda.
- Apel : membantu melawan kanker payudara, menurunkan kolesterol, memecahkan masalah jerawat dan membantu mempercepat metabolisme.
- Stroberi : membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu mencegah serangan asma.
- Jagung : membantu membersihkan ginjal.
- Jus kelapa : membersihkan racun dari tubuh

Masih banyak lagi manfaat dari konsumsi jus buah dan sayuran seperti mencegah arthritis, kanker, menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan meningkatkan fungsi otak agar jauh lebih baik

8 Makanan Anti Kanker Kolorektal



shutterstock
  - Kanker kolorektal atau usus besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Para ahli menerangkan bahwa dengan membuat perubahan gaya hidup dapat mencegah sekitar 70 persen berkembangnya kanker usus besar.

Untuk melindungi diri Anda dari ancaman kanker tersebut, sudah saatnya Anda membuat rencana dan program diet yang tepat, khususnya dengan mengonsumsi beberapa makanan berikut, yang dipercaya menjadi musuh utama kanker kolon :

1. Kacang, lentil, kacang polong dan makanan lain tinggi kadar folat


Perbanyak makanan seperti yang telah disebutkan di atas jika salah satu anggota keluarga Anda mengidap kanker kolorektal. Selain kaya dengan serat, makanan tersebut juga tinggi kandungan folat, vitamin B yang melindungi sel DNA dari kerusakan. Menurut sebuah studi dari Harvard University melibatkan hampir 89.000 wanita diketahui bahwa mereka - yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal - yang mengonsumsi lebih dari 400 mcg (mikrogram) folat setiap hari, berisiko  52 persen lebih rendah mengidap kanker kolorektal ketimbang wanita yang mengkonsumsi hanya 200 mcg folat sehari . Anda bisa mendapatkan sekitar 100 sampai 150 mcg hanya dengan makan secangkir buncis atau bayam matang. Satu buah jeruk berukuran sedang juga mengandung sekitar 50 mcg.

2. Susu


Susu memiliki peran sangat vital dalam membangun pertumbuhan tulang yang kuat. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa susu juga dapat membantu melindungi Anda dari kanker usus besar. Riset yang melibatkan lebih dari setengah juta orang menunjukkan bahwa minum setidaknya secangkir susu setiap hari dapat menurunkan risiko kanker usus besar dan rektum sekitar 15 persen. Sementara, mereka yang minum lebih dua gelas sehari, risikonya menurun 12 persen.

Sebuah rekomendasi menganjurkan, seseorang harus memenuhi setidaknya 250 mililiter susu sehari. Mengingat lemak jenuh terkait dengan pertumbuhan tumor, maka akan lebih baik jika Anda memilih susu rendah lemak atau susu skim.

3. Sayuran dari keluarga Cruciferous


Jenis sayuran yang dimaksud antara lain brokoli, kubis, kembang kol, lobak. Sayuran kelompok ini merupakan pelawan kanker paling kuat karena mengandung berbagai senyawa yang mampu mengusir kanker, yang merusak sel DNA. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang makan sayuran 50 persen memiliki risiko lebih rendah mengidap kanker usus besar ketimbang mereka yang makan dalam jumlah sedikit. Anda harus memenuhi setidaknya empat setengah cangkir (125 mililiter) porsi setiap minggu.

4. Gandum, buah-buahan dan sayuran tinggi serat


Meski tidak ada penelitian yang secara pasti dapat membuktikan manfaat serat untuk mencegah kanker kolon, tetapi para ahli masih mendorong agar seseorang makan lebih dari 15 gram serat setiap harinya. Mengapa? Karena serat dapat dengan cepat membantu makanan melewati sistem pencernaan, sehingga bila ada makanan yang bersifat karsinogen, makanan itu tidak berlama-lama tinggal di saluran pencernaan.

Sebuah riset berskala besar European Prospective Investigation of Cancer and Nutrition (EPIC) menunjukkan bahwa orang yang makan banyak serat, 40 persen lebih kecil kemungkinan mengembangkan kanker usus besar.

5. Kunyit
Kunyit adalah jenis rempah-rempah yang cukup banyak dikenal dan sering digunakan sebagai bumbu masakan. Warna kuning alami dalam kunyit yang disebut curcumin, dipercaya sebagai agen anti kanker dan memiliki efek anti-inflamasi (meredam peradangan yang yang dianggap berkontribusi untuk pertumbuhan tumor). Curcumin juga dapat membantu membersihkan karsinogen dalam tubuh sebelum merusak sel DNA dan membantu memperbaiki kerusakan sudah terjadi.

Penelitian di laboratorium menunjukkan rempah-rempah ini juga membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Tidak ada rekomendasi yang dianjurkan, namun Anda hanya perlu untuk menggunakannya lebih sering dalam campuran masakan Anda.

6. Ikan dan ayam
Berbagai riset menunjukkan bukti hubungan antara konsumsi daging merah dan risiko kanker usus besar. Tapi Anda tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging, karena daging ayam dan ikan bisa menjadi pilhan alternatif.

Hasil dari penelitian dari EPIC menunjukkan bahwa makan sedikitnya 300 g ikan (dua atau tiga porsi) seminggu dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 30 persen. Temuan ini tidak begitu mengejutkan. Jika Anda memilih ikan berlemak seperti salmon atau makarel, secara langsung Anda akan mendapatkan asam lemak omega-3 lebih banyak yang membantu mengurangi peradangan pada usus.

Jika Anda tidak terlalu suka makan ikan, coba ayam. Studi menunjukkan bahwa konsumsi daging ayam tidak seperti daging merah, karena tidak secara aktif memicu kanker usus besar. Ingat, sebagian besar lemak ayam terdapat di kulit, sehingga sangat disarankan untuk membuang kulit ayam sebelum dimasak.

7. Bawang putih dan bawang merah
Bawang putih mungkin tidak dapat melindungi Anda dari vampir, tetapi bisa membantu mengusir kanker usus besar. Baik bawang putih dan bawang merah mengandung sulfida, yang membantu untuk membersihkan zat karsinogen dan sel kanker. Riset menunjukkan, wanita yang mengkonsumsi 1-2 siung bawang putih per minggu memiliki risiko 32 persen lebih rendah terkena kanker usus besar ketimbang wanita yang jarang makan bawang putih.

Dan menurut sebuah studi yang meneliti konsumsi buah dan sayur di antara lebih dari 650 orang di Australia Selatan menunjukkan bahwa peserta yang sering makan bawang risiko mengidap kanker kolon berkurang menjadi 52 persen. Makan beberapa siung bawang putih dan sekitar setengah cangkir (125 mL) bawang setidaknya beberapa kali seminggu dapat membantu menurunkan risiko kanker Anda.

8. Teh hitam dan teh hijau
Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam teh membantu menonaktifkan agen penyebab kanker. Bahkan senyawa tersebut juga mampu menghalangi pertumbuhan sel kanker. Di antara lebih dari 35.000 perempuan yang terlibat dalam Lowa Women Health Study menunjukkan, mereka yang minum dua cangkir atau lebih teh setiap hari hampir 30 persen lebih rendah terserang kanker usus ketimbang mereka yang jarang minum teh.

Dan sementara mereka terutama minum teh hitam, itu perlu dicatat bahwa teh hijau mengandung lebih dari senyawa antioksidan yang disebut catechin, yang muncul untuk bekerja keajaiban

Mengunyah dengan Lambat Kurangi Asupan Kalori

 
shutterstock
ilustrasi
  - Demi kepraktisan banyak orang memilih makanan "siap minum" sehingga tak perlu repot mengunyah berbagai jenis makanan. Padahal, mengunyah sebenarnya adalah kunci untuk meningkatkan rasa kenyang.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa orang yang makan dengan perlahan dan mengunyah makanannya tanpa terburu-buru, mengasup kalori lebih sedikit.

Dalam riset terbaru, para peneliti membandingkan antara mereka yang mengunyah makanannya dengan orang yang langsung meminum makanannya.

Penelitian dilakukan terhadap 20 pria sehat yang dibagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang memakan langsung beberapa buah dan segelas air, kelompok yang mengonsumsi makanan yang diblender dengan sendok, serta keompok yang meminum buah-buahan yang diblender.

Hasilnya, dua kelompok pertama memiliki level kepuasan dan rasa kenyang yang sama dibandingkan dengan kelompok yang meminum jusnya. Kelompok yang meminum jus itu juga diketahui memiliki rasa keinginan untuk makan lagi jauh lebih besar dibanding kelompok yang mengunyah makanannya.

Para ahli mengungkapkan bahwa kegiatan mengunyah akan memperlambat proses mengasup makanan. Studi yang dilakukan di Denmark juga menemukan orang yang makan dengan perlahan mengonsumsi makanan 24 persen lebih sedikit dibanding dengan yang makan cepat.

Diet Khusus Biar Tak Mudah Lapar



Shutter Stock
  - Rasa lapar tak selamanya merupakan sinyal tubuh kita memerlukan energi. Seringkali lapar timbul sebagai sinyal bahwa kita memerlukan kenyamanan, yang bagi sebagian orang dapat dipenuhi dari makanan.

Bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, lapar menjadi musuh tersendiri karena jika perut tak segera diisi dorongan untuk makan berlebihan pun semakin besar.  Untuk menyiasatinya, pakar gizi dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K) menyarankan untuk menerapkan pola makan tinggi protein.

"Seperti halnya serat, protein juga punya efek mengenyangkan karena ia memiliki termik efek yang tinggi yakni proses pemakaian energi untuk mengubah makanan yang kita asup," kata Dr. Fiastuti di Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Ia menjelaskan, di dalam saluran cerna, protein akan merangsang peningkatan hormon anoreksigenik dan menurunkan hormon roksigenik. "Hormon aneroksigenik membuat nafsu makan berkurang," katanya.

Dalam penelitian disertasi yang dilakukannya, Fiastuti meneliti 60 orang perempuan obesitas yang dibagi menjadi tiga kelompok pola makan.  Hasilnya, mereka yang memiliki pola makan tinggi protein cenderung lebih jarang lapar sehingga asupan kalorinya lebih sedikit.

"Menurut angka kecukupan gizi, seharusnya kita mengonsumsi protein 15-20 persen dari total kalori. Untuk mereka yang ingin berdiet bisa menerapkan jumlah kalori lebih tinggi lagi yakni sekitar 40 persen," katanya.

Diet tinggi protein bisa diterapkan dengan mengasup susu tinggi protein, putih telur, atau ikan. "Untuk mudahnya, kita mengonsumsi lauk pauk lebih tinggi dari karbohidrat," paparnya.

Ditambahkan olehnya, diet tinggi protein ini akan lebih efektif jika digabungkan dengan serat. "Jangan lupa memasukkan sayur dan buah dalam pola makan," katanya.

Kendati begitu, Fiastuti menyarankan agar diet tinggi protein ini diterapkan pada satu waktu makan saja, misalnya saat sarapan atau saat kita akan lembur di kantor. Dengan demikian kita tidak tergoda untuk ngemil berlebihan.

"Tidak disarankan untuk melakukan diet tinggi protein terus menerus karena bisa menyebabkan kita kekurangan nutrisi," pungkasnya.

Waspadai Garam dalam Makanan



shutterstock
 - Makanan yang mengandung garam selama ini hanya identik dengan makanan asin. Padahal cukup banyak makanan yang sebenarnya berasa manis atau gurih yang menyimpan sodium cukup tinggi.

Menurut data Center for Disease Control and Prevention (CDC), roti ternyata menjadi sumber sodium paling tinggi dalam pola makan orang Amerika. Kadar garam yang sama juga ditemukan dari keripik kentang dan pretzel.

Sebagai perbandingan, satu iris (slice) roti mengandung 100-200 miligram, tergantung tipe dan merek roti, sedangkan satu ons keripik kentang mengandung sekitar 120 mg atau lebih sodium.

Sumber sodium lain yang banyak ditemukan pada pola konsumsi orang Amerika antara lain daging olahan, pizza, daging unggas, burger siap saji, sandwich, keju, dan hidangan pasta.

"Roti sebenarnya tidak lebih asin dari makanan lainnya, tapi dikonsumsi cukup sering. Selain itu roti juga menjadi sumber kalori karena dikonsumsi dalam jumlah banyak," kata Mary Cogsweell, dari CDC.

Sementara itu kandungan natrium cukup tinggi yang sering dikonsumsi dalam makanan kita sehari-hari antara lain mi ayam, sosis, mi bakso, mi instan, sop buntut, bahkan donat pun mengandung sodium cukup tinggi. Saus, acar, dan makanan kaleng juga mengandung garam yang tinggi.

Sodium atau natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu ia juga berfungsi menghantar impuls saraf yang memengaruhi kontraksi dan relaksasi otot.

Jika terlalu banyak natrium dalam darah, volume darah akan meningkat karena natrium menarik dan mengikat air. Akibatnya jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah yang meningkat itu sehingga tekanan pada arteri meningkat.

Terlalu banyak mengonsumsi sodium diketahui akan meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, osteoporosis, kanker usus, dan penyakit ginjal.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...